Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Batang Belajar dan Berbagi Langsung dengan Komunitas TG dan MSM Tentang Pemilu Inklusif dan Pengawasan Partisipatif

Bawaslu Batang belajar dan berbagi langsung dengan komunitas TG dan MSM tentang pemilu inklusif dan pengawasan partisipatif

Bawaslu Batang Belajar dan Berbagi Langsung dengan Komunitas TG dan MSM Tentang Pemilu Inklusif dan Pengawasan Partisipatif

Batang, – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Batang terus memperluas jangkauan pengawasan partisipatif dengan menyasar kelompok marginal. Kali ini, sosialisasi dilakukan kepada komunitas TG dan MSM yang merupakan kelompok dampingan program Penanggulangan HIV/AIDS Forum Komunikasi Peduli Batang (FKPB). Kegiatan berlangsung di sebuah resto di Kabupaten Batang, Jumat (19/09/2025).

 

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari nota kesepahaman (MoU) antara Bawaslu Kabupaten Batang dengan FKPB dalam pengembangan pengawasan partisipatif Pemilu. Uniknya, sosialisasi ini diintegrasikan dengan kegiatan rutin FKPB, yaitu edukasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS serta tes HIV bersama, sehingga dapat menjangkau peserta secara efektif.

 

Hadir dalam acara tersebut perwakilan komunitas TG dan MSM, petugas lapangan dan staf program P2 HIV/AIDS FKPB, serta petugas layanan kesehatan.

Dalam pemaparannya, Nur Faizin, Koordinator Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Batang menekankan beberapa poin kunci:

1. Pemilu Inklusif: Menegaskan bahwa Pemilu adalah hajat seluruh warga negara tanpa terkecuali, termasuk kelompok komunitas TG dan MSM.
2. Hak Berpolitik: Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk terlibat dalam proses politik dan Pemilu guna menentukan masa depan bangsa.
3. Gunakan Hak Pilih: Peserta diajak untuk tidak menyia-nyiakan hak pilihnya dan datang ke TPS pada hari pemilihan.
4. Pemilih Cerdas: Mendorong masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas dengan mengenali visi, misi, dan rekam jejak calon, serta memastikan calon tersebut memiliki komitmen untuk membawa kesejahteraan bagi semua golongan.
5. Kader Pengawas Partisipatif: Mengajak seluruh peserta untuk menjadi mata dan telinga di lapangan dengan mengawasi seluruh tahapan Pemilu, mulai dari pendaftaran, kampanye, hingga proses penghitungan suara, bahkan hingga pengawasan terhadap jalannya pemerintahan pasca-Pemilu.

 

“Kehadiran Bawaslu di tengah komunitas hari ini adalah bukti nyata komitmen kami untuk mewujudkan Pemilu yang benar-benar inklusif. Suara dan peran serta saudara-saudara dari komunitas TG dan MSM sangat berharga untuk mengawal demokrasi kita agar tetap jujur, adil, dan bermartabat,” ujar Nur Faizin dalam sambutannya.

 

Sementara itu, Supri, Koordinator Lapangan Progran P2 HIV AIDS dari FKPB menyambut baik kolaborasi ini. “Sinergi antara program kesehatan dan pendidikan demokrasi ini sangat penting. Kami tidak hanya mempedulikan kesehatan fisik komunitas, tetapi juga kesehatan demokrasi dan pemenuhan hak-hak konstitusional mereka sebagai warga negara. Kami apresiasi langkah proaktif Bawaslu Batang,” kata Supri.

 

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana cair dan interaktif ini diharapkan dapat memantik semangat partisipasi komunitas marginal sebagai bagian dari pilar pengawas demokrasi, sekaligus memperkuat prinsip bahwa Pemilu adalah untuk semua.

 

Humas Bawaslu Batang