Bawaslu Batang Dorong Dunia Pendidikan Lahirkan Pemilih Pemula yang Kritis dan Berintegritas
|
Batang – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Batang berkomitmen mendorong peran aktif dunia pendidikan dalam menciptakan generasi muda yang kritis, berintegritas, dan sadar akan pentingnya berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi. Langkah nyata ini diwujudkan melalui kegiatan konsolidasi demokrasi dan kerja sama dengan SMA Negeri 2 Batang pada Selasa (2/6/2026).
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Batang, Nur Faizin, menegaskan bahwa sekolah dan tenaga pendidik memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk karakter para pemilih pemula. Untuk itu, kerja sama antara Bawaslu Batang dan SMAN 2 Batang diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan esensi demokrasi kepada para peserta didik sebagai pemilih pemula.
“proses pendidikan di sekolah memegang peran yang sangat penting dalam membentuk integritas siswa” ujar Nur Faizin.
Melalui edukasi politik yang tepat di lingkungan sekolah, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pemilih yang pasif, melainkan mampu berpikir kritis dan ikut serta dalam pengawasan partisipatif selama tahapan pemilihan umum.
Nur Faizin menceritakan bahwa para siswa di SMAN 2 Batang selama ini sudah banyak terlibat dalam program dan kegiatan Bawaslu. Tidak hanya menjadi peserta dalam kegiatan sosialisasi, seperti kegiatan Bawaslu Mengajar, tp juga ada yang terlibat dalam anggota dan dewan Saka Adhyasta Pemilu, bahkan sudah ada yang menjadi peserta dalam Pendidikan Pengawas Partisipatif atau biasa disebut P2P.
Apresiasi terhadap program yang selama ini dilakasanakan oleh Bawaslu Batang dan melibatkan para siswa SMAN 2 Batang disampaikan langsung oleh Kepala SMA Negeri 2 Batang, Yulianto Nurul Furqon. Menurutnya, program seperti Bawaslu Mengajar dan yang lainnya memberikan wawasan yang sangat bermanfaat bagi para siswa yang sebagian besar merupakan pemilih pemula.
“Kegiatan-kegiatan sperti ini memberikan wawasan yang bermanfaat bagi para siswa mengenai demokrasi, kepemiluan, dan pentingnya pengawasan partisipatif,” kata Yulianto.
Di samping fokus pada penguatan karakter generasi muda, Kepala Sekolah SMAN 2 Batang menyelipkan poin penting mengenai netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), Yulianto Nurul Furqon menyatakan komitmen penuh seluruh jajaran pengajar dan ASN di SMA Negeri 2 Batang untuk tetap netral dan profesional demi menjaga etika profesi.
“Meskipun ASN memiliki hak pilih, kami berkomitmen untuk tidak terlibat aktif dalam memberikan dukungan politik praktis. Hal tersebut merupakan bagian dari etika dan profesionalisme kami sebagai ASN,” tegas Yulianto.
Merespons hal tersebut, Nur Faizin mengapresiasi komitmen tersebut, sekaligus mengimbau Kepala Sekolah dan para guru di SMA Negeri 2 Batang untuk terus senantiasa menjaga profesionalisme dan netralitas mereka selama pemilu, meskipun ASN tetap masih mempunyai hak pilih yang harus digunakan dalam pemilu.
“Sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, ASN memang harus bersikap netral dalam penyelenggaraan pemilihan umum. ASN dilarang terlibat aktif dalam kegiatan kampanye maupun memberikan dukungan terhadap politik praktis,” imbau Nur Faizin.
Melalui sinergi ini, Bawaslu Kabupaten Batang berharap dunia pendidikan dapat menjadi fondasi utama dalam melahirkan generasi penerus bangsa yang sadar demokrasi, sekaligus memastikan lingkungan sekolah tetap bersih dari praktik politik praktis.
Humas Bawaslu Batang