Bawaslu Batang Tegaskan Pentingnya SDM Berintegritas dalam Peringatan Hardiknas 2026
|
Batang — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum refleksi bagi jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Batang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pengawas pemilu. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Kabupaten Batang, Slamet Muarif, dalam amanatnya saat membina apel pagi ini, Senin (4/Mei/2026) yang menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi utama dalam menjaga demokrasi.
Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa semangat Hardiknas tidak dapat dilepaskan dari pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menempatkan pendidikan sebagai alat untuk memerdekakan manusia, baik dari kebodohan, ketidakadilan, maupun ketakutan.
“Kualitas pengawasan pemilu tidak akan pernah melampaui kualitas manusianya. Sehebat apa pun sistem dan regulasi, semuanya bergantung pada integritas, kapasitas, dan mentalitas SDM pengawas,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pendidikan dalam konteks kelembagaan bukan sekadar kegiatan formal, melainkan proses berkelanjutan dalam membentuk karakter, memperkuat integritas, serta meningkatkan profesionalitas jajaran pengawas pemilu.
Menurutnya, demokrasi membutuhkan pengawas yang tidak biasa-biasa saja. Pengawas pemilu dituntut untuk berani bersikap benar meskipun dalam tekanan, teguh menjaga integritas, serta terus belajar tanpa henti meskipun telah memiliki pengalaman.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tantangan pengawasan ke depan semakin kompleks, mulai dari derasnya arus informasi yang tidak terkendali, meningkatnya praktik manipulasi dan pelanggaran, hingga tingginya ekspektasi publik terhadap integritas lembaga.
“Jika kita tidak meningkatkan kapasitas diri, kita akan tertinggal. Jika kita tidak memperkuat integritas, kita akan tergelincir,” ujarnya.
Semangat pendidikan yang diwariskan melalui filosofi Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata dalam kerja-kerja pengawasan.
Ia juga menekankan bahwa tugas pengawas pemilu bukan sekadar pekerjaan administratif, melainkan menjaga kepercayaan rakyat. Setiap tindakan jujur dinilai sebagai upaya memperkuat demokrasi, sementara penolakan terhadap pelanggaran merupakan bentuk nyata menjaga keadilan.
Menutup pernyataannya, ia mengajak seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Batang untuk menjadikan Hardiknas sebagai momentum memperkuat komitmen dalam meningkatkan kapasitas, menjaga integritas, serta menjalankan tugas pengawasan secara profesional, berani, dan bermartabat.
“Kepercayaan yang diberikan kepada kita adalah amanah. Mari kita jaga dengan sebaik-baiknya demi masa depan demokrasi yang lebih baik,” pungkasnya.
Humas Bawaslu Batang