Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Batang Dorong Pengawasan Partisipatif Berbasis Digital bagi Generasi Muda

Bawaslu Kabupaten Batang Dorong Pengawasan Partisipatif Berbasis Digital bagi Generasi Muda

Bawaslu Kabupaten Batang Dorong Pengawasan Partisipatif Berbasis Digital bagi Generasi Muda

Batang– Dalam rangkaian kegiatan P2P yang diselenggarakan di Gedung Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Batang pada hari sabtu 11 Juli 2026, Bawaslu Kabupaten Batang menghadirkan materi bertema "Pengawasan Partisipatif Berbasis Digital" yang disampaikan oleh Nur Faizin, S.H.I. Kordiv P2H Bawaslu Batang. Materi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran peserta, khususnya generasi muda, agar berperan aktif dalam mengawal demokrasi melalui pemanfaatan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab.

 

Dalam pemaparannya, Nur faizin mengajak peserta P2P untuk tidak ragu melaporkan apabila menemukan konten atau postingan di media sosial yang terkait dengan dugaan pelanggaran pemilu. Ia menjelaskan bahwa setiap pemilih memiliki hak untuk menyampaikan laporan, sehingga keberanian dalam melapor menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

 

f

 

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa perkembangan teknologi telah membuat penyebaran informasi berlangsung sangat cepat melalui media sosial dan berbagai platform digital. Kondisi tersebut dapat menjadi peluang untuk memperkuat pengawasan partisipatif, namun juga menjadi tantangan apabila informasi yang beredar mengandung hoaks tidak diverifikasi terlebih dahulu. Perkembangan AI yang luar biasa belakangan ini juga menjadi tantangan, karena AI sangat mudah memproduksi konten gambar atau bahkan video yang sama sekali tidak berbasis kenyataan. 
Pemilu 2029 nanti diperkirakan akan banyak konten yang diproduksi melalui AI, dan tidak menutup kemungkinan akan berpotensi pada pelanggaran pemilu.

 

Nur faizin juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan partisipatif berbasis digital. Menurutnya, sikap apatis atau tidak peduli terhadap permasalahan demokrasi dan kepemikuan kita, khususnya di kalangan Generasi Z, dapat berdampak negatif terhadap masa depan demokrasi di Indonesia. Oleh karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media digital, tetapi juga memperkuat literasi digitalnya, sehingga mampu menjadi agen pengawasan yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab berbasis digital.

 

Selain itu, Faizin juga menjelaskan kepada peserta P2P yang berasal dari anggota pramuka Saka Adhyasta Pemilu Kwarcab Batang bahwa pengawasan partisipatif berbasis digital merupakan salah satu bentuk pengamalan nilai-nilai Dasadarma Pramuka, khususnya sebagai pribadi yang patriot, sopan dan ksatria, serta disiplin, berani, dan setia. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui kepedulian dalam menjaga integritas demokrasi dan menciptakan ruang digital yang sehat.

 

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya literasi digital. Rendahnya kemampuan dalam memilah informasi dapat membuat generasi muda rentan terhadap hoaks, manipulasi politik, maupun propaganda yang dapat mengganggu kualitas demokrasi.

 

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Batang berharap peserta P2P dapat menjadi pelopor pengawasan partisipatif di lingkungan masing-masing serta memanfaatkan media digital secara bijak. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, diharapkan ruang digital dapat tetap sehat dan menjadi sarana yang mendukung terwujudnya demokrasi yang berkualitas.

 

Humas Bawaslu Batang