Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Batang Ikuti Peluncuran Pendidikan Pengawasan Partisipatif Tahun 2026 “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu yang Bermartabat”

Bawaslu Kabupaten Batang Ikuti Peluncuran Pendidikan Pengawasan Partisipatif Tahun 2026 “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu yang Bermartabat”

Bawaslu Kabupaten Batang Ikuti Peluncuran Pendidikan Pengawasan Partisipatif Tahun 2026 “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu yang Bermartabat”

Batang – Bawaslu Kabupaten Batang mengikuti kegiatan Peluncuran Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 dengan tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu yang Bermartabat” yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah pada Jumat (22 Mei 2026).


Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun gerakan pengawasan partisipatif menuju Pemilu Tahun 2029 yang bermartabat dengan melibatkan generasi muda, khususnya unsur Gerakan Pramuka dan pemilih pemula. 


Ketua Kwarda Jawa Tengah S. Budi Prayitno mengapresiasi pelibatan Saka Adhyasta Pemilu dalam Pendidikan Pengawas Partisipatif Tahun 2026. Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki komitmen yang sama dalam mewujudkan pemilu yang semakin baik dan berintegritas.


Sementara itu, Lolly Suhenti Kordiv P2H Bawaslu RI dalam arahannya menegaskan bahwa tugas Bawaslu tidak hanya melakukan pengawasan tahapan pemilu, tetapi juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu sebagai amanah undang-undang. “Bawaslu hadir sebagai fasilitator gerakan sipil untuk menggerakkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi”, ujarnya


Kegitan selanjutnya dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Muhammad Amin yang menyampaikan bahwa tahun 2026 merupakan momentum penting dalam menjaga kualitas demokrasi pasca Pemilu Tahun 2024. Melalui Gerakan Pengawas Partisipatif dengan tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”, Bawaslu ingin menanamkan kesadaran masyarakat agar memiliki tanggung jawab bersama dalam mengawal demokrasi.
“Demokrasi yang bermartabat tidak lahir dari pengawas yang bekerja sendirian, tetapi dari keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawasi setiap proses demokrasi,” ungkapnya.


Melalui peluncuran Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, Bawaslu Jawa Tengah berharap dapat membentuk pusat pendidikan dan pengembangan kapasitas pengawasan pemilu yang berkelanjutan, melahirkan kader-kader pengawas partisipatif yang tangguh dan militan, serta menumbuhkan komunitas masyarakat yang peduli terhadap keadilan pemilu menuju Pemilu Tahun 2029 yang bermartabat.

 

Humas Bawaslu Batang