Lompat ke isi utama

Berita

Dari Pramuka untuk Demokrasi: Bawaslu Batang ikuti Kursus Orientasi Singkat (KOS) Saka Adhyasta Pemilu untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif

Dari Pramuka untuk Demokrasi: Bawaslu Batang ikuti Kursus Orientasi Singkat (KOS) Saka Adhyasta Pemilu untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif

Dari Pramuka untuk Demokrasi: Bawaslu Batang ikuti Kursus Orientasi Singkat (KOS) Saka Adhyasta Pemilu untuk Penguatan Pengawasan Partisipatif

Batang, 23 April 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Batang mengikuti Kegiatan yang dilaksanakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah “Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan melalui Kursus Orientasi Singkat (KOS) Gerakan Pramuka dalam rangka meningkatkan pengawasan partisipatif”. Semangat kolaborasi antara Gerakan Pramuka dan Bawaslu kembali diperkuat melalui Kursus Orientasi Singkat (KOS) yang digelar secara daring oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah melalui Zoom Meeting pada Kamis (23/4/2026) dan diikuti oleh Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.

 

Bawaslu Kabupaten Batang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini yang dihadiri oleh Ketua Mahbrur, Anggota Nur Faizin, Akhmad Farichin, Slamet Muarif, serta jajaran staf sekretariat.

 

m

 

Kegiatan dibuka oleh pembawa acara yang menyampaikan pentingnya kursus orientasi sebagai bagian dari penguatan sinergi antara Bawaslu dan Gerakan Pramuka. Selanjutnya, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Nur Kholiq, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah dalam pembentukan Saka Adhyasta Pemilu.
“Kursus orientasi ini menjadi langkah awal untuk membangun titik temu antara nilai-nilai kepramukaan dan pengawasan pemilu, sehingga dapat mendorong peran aktif Pramuka dalam pengawasan partisipatif,” jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa ke depan akan dilaksanakan Pendidikan Pengawas Partisipatif pada periode Mei hingga Agustus 2026 dengan target sekitar 1.400 kader dari kalangan Pramuka atau pemilih pemula tingkat SMA. Setiap kabupaten/kota ditargetkan membina sekitar 40 kader sebagai bagian dari upaya kaderisasi pengawas pemilu menuju Pemilu 2029.

 

Ketua Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka), Muhammad Amin, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga demokrasi, khususnya menghadapi tantangan era digital seperti hoaks dan kecerdasan buatan (AI). Ia juga menyampaikan bahwa saat ini telah terbentuk 35 Mabisaka di kabupaten/kota se-Jawa Tengah yang telah menjalin kerja sama dengan kwartir cabang masing-masing.

 

Materi kebijakan Gerakan Pramuka disampaikan oleh Ketua Kwarda Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Si melalui tayangan video. Ia menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis sebagai lembaga pendidikan nonformal dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berjiwa kebangsaan, serta memiliki kecakapan hidup.


Selanjutnya, materi teknis disampaikan oleh para instruktur Kwarda Jawa Tengah. Agus Ngaderiyanto (Kang Agus Kerepok) memaparkan dinamika kelompok dan fundamental kepramukaan, yang menekankan pentingnya kerja sama tim, pembentukan karakter, serta pemahaman prinsip dasar dan metode kepramukaan.

 

Materi dilanjutkan oleh Heri Widiarto yang menjelaskan manajemen Satuan Karya (Saka), termasuk struktur organisasi, mekanisme rekrutmen anggota, masa pembinaan, hingga pembagian krida dalam Saka Adhyasta Pemilu yang meliputi Krida Pencegahan, Pengawasan, dan Penindakan.

 

Sementara itu, Kak Fitri dan Kak Kristina menyampaikan materi tentang peran dan tugas anggota dewasa dalam kepramukaan. Ditekankan bahwa anggota dewasa seperti Mabisaka, Pamongsaka, dan instruktur memiliki peran strategis dalam membimbing, mendampingi, serta memastikan keselamatan dan keberhasilan pembinaan peserta didik. Kompetensi anggota dewasa melalui pelatihan seperti KMD, KML, KPD, dan KPL menjadi hal yang sangat penting untuk mendukung keberhasilan pembinaan.

 

Dalam sesi diskusi, peserta dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Batang, aktif mempresentasikan peran anggota dewasa dalam krida pencegahan, pengawasan, dan penindakan pelanggaran pemilu.


Ketua Bawaslu Kabupaten Batang, Mahbrur, menegaskan pentingnya pendampingan bagi anggota muda.
“Peran orang dewasa sangat krusial dalam memberikan rasa aman, membimbing, serta memastikan kegiatan berjalan sesuai prosedur,” ujarnya.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya aktif dalam kepramukaan, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi dalam menjaga kualitas demokrasi.


Dari hasil diskusi, disimpulkan bahwa peran anggota dewasa mencakup pemberian edukasi, penguatan kapasitas, pelaksanaan pengawasan partisipatif, serta pencegahan dan penanganan potensi pelanggaran pemilu.


Kegiatan ditutup dengan apresiasi kepada seluruh narasumber dan peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara Bawaslu dan Gerakan Pramuka dalam menciptakan generasi muda yang sadar demokrasi dan berperan aktif dalam pengawasan pemilu.

 

Humas Bawaslu Batang