Gali Makna Demokrasi, Siswi SMAN 4 Pekalongan Sambangi Bawaslu Batang
|
BATANG – Dalam rangka mendalami pilar-pilar kebangsaan melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), Zahrotus Syifa Maulida, siswi kelas XII SMAN 4 Pekalongan, melakukan kunjungan edukatif ke kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Batang pada Jumat (13/02/2026).
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian penugasan sekolah untuk melakukan observasi dan wawancara di instansi strategis, meliputi Bawaslu, KPU, dan DPRD. Syifa, yang merupakan remaja asli kelahiran Wonotunggal, Kabupaten Batang, berkesempatan melakukan dialog langsung dengan Anggota Bawaslu Kabupaten Batang sekaligus Kordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Akhmad Farichin.
Pemilu Sebagai "Anak Kandung" Demokrasi
Dalam sesi wawancara tersebut, Akhmad Farichin memberikan pemaparan mendalam mengenai kaitan erat antara sistem pemerintahan dengan pelaksanaan kontestasi politik. Beliau menekankan bahwa Pemilu bukanlah sekadar rutinitas lima tahunan, melainkan esensi dari keberlangsungan negara hukum.
"Pemilu itu merupakan bagian atau 'anak kandung' dari demokrasi. Setiap negara yang menganut paham demokrasi pastilah menyelenggarakan Pemilu. Negara kita sendiri merupakan negara demokrasi, yakni Demokrasi Pancasila," ujar Farichin di hadapan Syifa.
Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat
Lebih lanjut, Farichin menjelaskan bahwa prinsip dasar demokrasi di Indonesia berpijak pada kedaulatan rakyat. Secara garis besar, beliau merangkum bahwa pemerintahan demokrasi adalah pemerintahan yang berasal dari rakyat, dikelola oleh rakyat, dan diperuntukkan bagi kepentingan rakyat.
Proses ini dimulai dari pemahaman akan nilai-nilai demokrasi yang kemudian diwujudkan melalui mekanisme Pemilu. "Pemilu hadir sebagai ajang kompetisi untuk memilih pemimpin negara yang akan membawa arah bangsa ke depan," tambahnya.
Pentingnya Edukasi Politik Sejak Dini
Kunjungan siswi SMAN 4 Pekalongan ini disambut baik oleh pihak Bawaslu Batang. Langkah ini dinilai sebagai bentuk nyata "Konsolidasi Demokrasi" di tingkat pelajar. Dengan memahami tugas pokok dan fungsi lembaga pengawas seperti Bawaslu, generasi muda diharapkan dapat menjadi pemilih cerdas dan ikut mengawal jalannya demokrasi yang bersih dan adil.
Kegiatan P5 ini diharapkan tidak hanya menjadi pemenuhan tugas akademik bagi Zahrotus Syifa Maulida, tetapi juga menjadi pemantik kesadaran kritis bagi para siswa mengenai pentingnya peran aktif warga negara dalam menjaga integritas Pemilu di Indonesia.
Humas Bawaslu Batang