Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu Batang Paparkan Strategi Pengembangan Gerakan Pengawasan Partisipatif pada Kegiatan P2P

Ketua Bawaslu Batang Paparkan Strategi Pengembangan Gerakan Pengawasan Partisipatif pada Kegiatan P2P

Ketua Bawaslu Batang Paparkan Strategi Pengembangan Gerakan Pengawasan Partisipatif pada Kegiatan P2P

Batang, – Ketua Bawaslu Kabupaten Batang, Mahbrur, S.Pd., M.M., menjadi narasumber dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan di Gedung Kwartir Cabang (Kwarcab) Batang. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterlibatan masyarakat dalam mengawal proses demokrasi melalui pengawasan partisipatif.

 

Dalam pemaparannya, Mahbrur menjelaskan bahwa Gerakan Pengawasan Partisipatif merupakan upaya Bawaslu untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam mengawasi seluruh tahapan Pemilu. Menurutnya, pengawasan tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi.

“Pengawasan partisipatif diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat agar terlibat aktif dalam mengawasi proses Pemilu sejak awal tahapan hingga selesai, sehingga dapat mendorong terciptanya Pemilu yang berintegritas,” jelas Mahbrur.

 

Ia menyampaikan bahwa pengembangan pengawasan partisipatif dilakukan melalui penguatan kader pengawasan, pembentukan ruang-ruang edukasi publik, serta kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dan pemuda. Berbagai program seperti relawan digital, kampung pengawasan, pojok pengawasan, program magang, hingga forum diskusi menjadi sarana untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan Pemilu.

 

Mahbrur juga memaparkan empat level pengawasan partisipatif yang menjadi indikator keberhasilan gerakan tersebut, yakni terbentuk, berfungsi, bergerak, dan terlatih. Keempat level tersebut diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang memiliki pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan dalam melakukan pengawasan secara mandiri dan berkelanjutan.

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa strategi pengembangan pengawasan partisipatif difokuskan pada peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan jaringan kader pengawasan, serta pelaksanaan pendidikan politik yang interaktif dengan memanfaatkan teknologi informasi dan kearifan lokal. Selain itu, kolaborasi dengan instansi pemerintah, lembaga pendidikan, media massa, dan kelompok masyarakat juga menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan gerakan pengawasan partisipatif.

 

Dalam kesempatan tersebut, Mahbrur turut memaparkan kesiapan Bawaslu Kabupaten Batang dalam menghadapi Pemilu dan Pilkada melalui penguatan jaringan sosial, ekonomi, dan politik di masyarakat. Kesiapan tersebut diwujudkan melalui perencanaan yang matang, mulai dari penentuan tujuan, analisis kebutuhan dan sumber daya, pembentukan tim, hingga pelaksanaan pelatihan bagi kader pengawasan partisipatif.

 

Melalui kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, Bawaslu Kabupaten Batang berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat aktif dalam mengawasi penyelenggaraan Pemilu. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam mewujudkan proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.

 

Sejalan dengan semangat Bawaslu, Mahbrur mengajak seluruh peserta untuk terus berperan aktif dalam pengawasan Pemilu melalui slogan, “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu.”

 

m

 

m

Humas Bawaslu Batang