Lompat ke isi utama

Berita

Peringati Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bawaslu Batang Teguhkan Integritas dan Keadilan Demokrasi

Peringati Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bawaslu Batang Teguhkan Integritas dan Keadilan Demokrasi

Peringati Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Bawaslu Batang Teguhkan Integritas dan Keadilan Demokrasi

Batang – Anggota Bawaslu Kabupaten Batang, Slamet Muarif, menyampaikan amanat dalam apel pagi yang digelar pada Senin (13/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Batang untuk menjadikan peringatan Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa sebagai momentum memperkuat integritas, keadilan, dan semangat menjaga harmoni dalam pelaksanaan tugas pengawasan pemilu.

 

Slamet Muarif menyampaikan bahwa tanggal 13 Juli diperingati sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Penetapan peringatan tersebut merupakan bentuk penghormatan negara terhadap keberagaman spiritualitas, budaya luhur, serta kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia, termasuk di Kabupaten Batang.

 

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan tugas dan tanggung jawab Bawaslu sebagai lembaga pengawas pemilu.

“Integritas harus selalu berlandaskan pada nilai ketuhanan. Sumpah dan janji jabatan yang telah diikrarkan merupakan bentuk pertanggungjawaban tidak hanya kepada masyarakat dan negara, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, keyakinan spiritual harus menjadi benteng moral agar seluruh jajaran Bawaslu senantiasa bekerja secara jujur, adil, transparan, dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai bentuk intervensi,” ujar Muarif.

 

m

 

Ia juga menekankan pentingnya menjamin keadilan pemilu bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi. Sebagai lembaga pengawas, Bawaslu memiliki kewajiban untuk memastikan hak-hak demokrasi seluruh warga negara terlindungi secara setara, termasuk masyarakat adat, penghayat kepercayaan, maupun kelompok minoritas lainnya.

 

Selain itu, Muarif mengajak seluruh pegawai untuk terus merawat harmoni dalam keberagaman. Menurutnya, demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi toleransi.

“Keberagaman yang ada di Kabupaten Batang harus menjadi kekuatan bersama. Kita perlu terus mencegah munculnya isu-isu SARA yang berpotensi memecah belah masyarakat serta mendorong terwujudnya pemilu yang damai, bermartabat, dan berkeadilan,” tambahnya.

 

Mengakhiri amanatnya, Slamet Muarif mengajak seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Batang untuk memulai tugas pengawasan pada pekan ini dengan semangat baru, disiplin yang tinggi, dan komitmen penuh dalam menegakkan keadilan pemilu.

“Mari kita jalankan tugas dan tanggung jawab pengawasan dengan penuh dedikasi demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas di bumi Alas Roban, Kabupaten Batang yang kita cintai,” pungkasnya.

 

Humas Bawaslu Batang