Slamet Muarif: Puasa Membentuk Pribadi Berintegritas
|
Batang - Apel perdana dibulan ramadhan 1447 H/2026 M dilaksanakan pada senin (23 Februari 2026) ditandai dengan rintik hujan namun tidak mensurutkan semangat jajaran sekretariat tetap berbaris rapi di halaman kantor Bawaslu Kabupaten Batang mengikuti kegiatan tersebut.
Bertindak selaku Pembina apel Slamet Muarif, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia Organisasi dan Pendidikan Latihan (SDMO Diklat) menyampaikan amanatnya tentang Puasa dan integritas.
“Hari ini kita memasuki awal bulan Ramadhan. Ramadhan bukan hanya momentum ibadah personal, tetapi juga momentum peningkatan kualitas diri, baik sebagai individu maupun sebagai aparatur lembaga pengawas pemilu. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi melatih integritas. Melatih pengendalian diri. Melatih kejujuran. Karena esensi puasa adalah kejujuran kepada Allah SWT meskipun tidak ada manusia yang melihat. Sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, teladan dalam integritas, amanah, dan kepemimpinan”.
Muarif sapaan Kordiv SDMO Diklat ini menambahkan bahwa nilai-nilai puasa sejalan dengan tugas sebagai pengawas pemilu, menurutnya Nilai-nilai tersebut merupakan fondasi profesionalitas pengawas pemilu. “ Nilai (Puasa Ramadhan) inilah yang sangat relevan dengan tugas kita di lembaga pengawasan. Sebagai bagian dari Badan Pengawas Pemilihan Umum, kita dituntut menjaga integritas bukan hanya saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi dalam setiap waktu.
Ramadhan mengajarkan kita untuk Disiplin waktu, Kejujuran tanpa pengawasan, Kesabaran dalam tekanan, Konsistensi dalam kebaikan. Mari jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk Meningkatkan kualitas ibadah dan spiritualitas, Memperkuat solidaritas dan kekompakan antarpegawai, Meningkatkan kinerja, meskipun dalam suasana berpuasa dan Membersihkan niat bahwa pekerjaan kita adalah amanah dan pengabdian kepada bangsa” ungkapnya.
Dipenghujung amanatnya Muarif mengajak Peserta untuk meluruskan niat, bahwa setiap tugas administrasi, setiap laporan, setiap koordinasi yang kita lakukan adalah bagian dari menjaga demokrasi yang jujur dan adil. Ramadhan harus menjadi energi moral, bukan alasan untuk menurunkan produktivitas. Ramadhan mengajarkan kepada kita untuk membuktikan bahwa profesionalitas tidak bergantung pada kondisi fisik semata, tetapi pada komitmen dan integritas. Tungkasnya.
Humas Bawalu Batang