Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Batang Ikuti Literasi Pojok Pengawasan Vol. 20: Dorong Data Pengawasan Jadi Basis Riset

Bawaslu Batang Ikuti Literasi Pojok Pengawasan Vol. 20: Dorong Data Pengawasan Jadi Basis Riset

Bawaslu Batang Ikuti Literasi Pojok Pengawasan Vol. 20: Dorong Data Pengawasan Jadi Basis Riset

Batang – Bawaslu Kabupaten Batang mengikuti kegiatan Literasi Pojok Pengawasan Vol. 20 dengan tema “Hasil Pengawasan dalam Riset Akademik: Antara Daya Tarik, Urgensi, dan Proyeksi ke Depan” yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (15/9/2026). 
Kegiatan ini mendorong hasil pengawasan agar tidak berhenti sebagai dokumen internal, tetapi berkembang menjadi bahan riset dan pengetahuan akademik.

Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Muhammad Amin menyampaikan bahwa konsistensi penyelenggaraan Pojok Pengawasan hingga volume ke-20 menjadi bagian penting dalam membangun budaya literasi kepemiluan. Menurutnya, data pengawasan Bawaslu memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi jurnal, karya ilmiah, penelitian, maupun buku.
“Data pengawasan kita sangat kaya. Persoalan dalam DP4, DPS, hingga DPT, seperti pemilih meninggal yang masih tercatat atau perpindahan domisili, dapat menjadi objek penelitian,” ujarnya.

Koordinator Divisi SDM dan Organisasi Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Rofiudin menambahkan, data pengawasan memiliki keunggulan karena berasal langsung dari lapangan, termasuk melalui Form A. Namun, pengelolaan data masih perlu diperkuat, terutama dalam aspek standardisasi, validitas, pengarsipan, serta dukungan SDM dan infrastruktur.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Pati Zaenal Abidin memaparkan sejumlah penelitian yang menjadikan Bawaslu sebagai objek kajian. Menurutnya, dinamika pengawasan dan berbagai fenomena kepemiluan membuka ruang penelitian yang luas sekaligus dapat memberikan masukan bagi pembentukan norma dan kebijakan pemilu.

Senada, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kota Salatiga Lukman Fahmi menyebut hasil pengawasan dapat dikaji dari berbagai perspektif, mulai dari hukum, politik, sosiologi hingga data. Ia mendorong penguatan kolaborasi Bawaslu dengan perguruan tinggi melalui riset bersama, forum akademik, kuliah umum, hingga pengembangan pusat data.

Pentingnya membangun ekosistem riset kepemiluan yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan data yang lebih baik dan kolaborasi akademik yang kuat, hasil pengawasan diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan sekaligus bahan evaluasi untuk memperkuat kualitas pengawasan pemilu ke depan.

 

Humas Bawaslu Batang